Twitter Pertimbangkan Model Bisnis Berlangganan
Twitter terus mendalami langkah untuk memperoleh penghasilan dari pemakai, diantaranya dengan memperhitungkan mode abonemen.

Twitter Pertimbangkan Model Bisnis Berlangganan

Posted on

Twitter terus mendalami langkah untuk memperoleh penghasilan dari pemakai, diantaranya dengan memperhitungkan mode abonemen.

“Anda kemungkinan dapat lihat beberapa eksperimen tahun ini,” kata CEO Twitter Jack Dorsey, diambil dari CNN, Jumat (24/7/2020).

Dorsey menjelaskan, cara Twitter memperhitungkan mode service abonemen bersamaan dengan berkurangnya usaha advertensi di platform-nya pada periode ini.

Jack Dorsey menerangkan mengenai pilihan mode service abonemen dalam laporannya pada beberapa investor, saat mengulas hasil penghasilan kuartal ke-2 tahun ini.

Walau demikian, menurut Jack Dorsey mode abonemen Twitter ini masih juga dalam step awal alasan.

Seperti service sosial media yang lain, Twitter sejauh ini konsentrasi tawarkan service gratis. Twitter memperoleh penghasilan dari iklan tertarget beberapa merek yang mengarah juta-an pemakainya.

Sama-sama Lengkapi

“Kami ingin pastikan semua baris penghasilan baru sama-sama lengkapi dengan usaha advertensi kami,” papar Dorsey.

“Kami pikirkan, ada dunia dimana berlangganan sama-sama lengkapi. Dimana perdagangan sama-sama lengkapi, menolong orang mengurus ruangan bayar.. kami pikirkan akan sama-sama lengkapi,” tuturnya.

Ditengah-tengah epidemi, gagasan perkembangan Twitter juga nampaknya alami kendala. Pasalnya banyak advertiser menarik berbelanja iklannya.

Twitter memberikan laporan, penghasilan iklan pada kuartal ke-2 turun sebesar 23 % dibandingkan kuartal yang sama tahun kemarin. Pengurangan itu sebesar US$ 562 juta.

Media sosial mikroblog ini beritanya dirundung pergerakan memboikot iklan di Twitter, berkaitan dengan protes keadilan rasial di AS. Tetapi, eksekutif menampik menyebutkan berapa banyak pergerakan memboikot ini berefek pada usaha Twitter.

Minggu yang Berat

Dorsey juga menyebutkan ini ialah minggu yang berat, berkaitan dengan usaha perusahaan menangani peretasan besar yang berlangsung pada beberapa account terkonfirmasi. Beberapa account yang diambil pindah diantaranya punya Barack Obama, Joe Biden, Elon Musk, sampai Jeff Bezos.

Serta baru tempo hari Twitter memberitahukan ada belasan account yang feature DM-nya dibuka oleh hacker, berkenaan dengan peretasan kemarin.

Jack Dorsey juga mohon maaf atas kejadian keamanan yang berlangsung. Dia menyebutkan, keamanan bukan titik akhir, tetapi hal stabil.

Twitter juga berusaha untuk selalu amankan skemanya dan kerja sama juga dengan perusahaan keamanan external serta penegak hukum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *